Perbedaan jurnal nasional dan jurnal internasional menjadi salah satu hal yang paling sering dipertanyakan oleh mahasiswa, dosen, dan peneliti. mari kita bahas sebagai berikut.
Apa Itu Jurnal Nasional?
Jurnal nasional merupakan jurnal ilmiah yang memiliki cakupan publikasi dan komunitas akademik yang berorientasi pada tingkat nasional. Di Indonesia, penulis dapat menemukan berbagai jurnal nasional dari perguruan tinggi, lembaga penelitian, asosiasi profesi, maupun organisasi akademik.
Jurnal nasional dapat menggunakan bahasa Indonesia maupun bahasa lain sesuai kebijakan jurnal. Banyak jurnal nasional menggunakan bahasa Indonesia untuk menjangkau peneliti dan pembaca di Indonesia, sementara sebagian lainnya menggunakan bahasa Inggris untuk memperluas jangkauan pembaca.
Selain itu, Indonesia juga memiliki SINTA Science and Technology Index sebagai sistem yang menyediakan informasi mengenai kinerja jurnal, publikasi, sitasi, serta berbagai indikator penelitian. Melalui SINTA, penulis dapat mencari informasi jurnal sebelum menentukan target publikasi. Di sisi lain, jurnal nasional memiliki tingkatan akreditasi. Oleh karena itu, istilah jurnal nasional tidak otomatis berarti semua jurnal memiliki tingkat akreditasi dan reputasi yang sama.
Jurnal Nasional Terakreditasi
Jurnal nasional terakreditasi telah melewati proses evaluasi sesuai mekanisme akreditasi jurnal ilmiah di Indonesia. Sistem SINTA menampilkan jurnal berdasarkan tingkat akreditasi, termasuk kategori S1 hingga S6.
Bagi penulis, informasi tersebut penting karena kebutuhan akademik setiap kampus atau lembaga dapat menetapkan target publikasi yang berbeda. Sebagai contoh, seorang mahasiswa mungkin membutuhkan jurnal nasional terakreditasi sebagai salah satu syarat akademik, sedangkan seorang dosen atau peneliti mungkin membutuhkan jurnal dengan indeksasi tertentu untuk memenuhi target publikasi institusi. Sehubungan dengan itu, penulis perlu memeriksa peringkat jurnal secara langsung, bukan hanya mengandalkan klaim yang tercantum pada website atau promosi jurnal.
Apa Itu Jurnal Internasional?
Jurnal internasional memiliki orientasi dan jangkauan akademik yang melampaui satu negara. Jurnal seperti ini biasanya menarik penulis dan pembaca dari berbagai negara serta menggunakan sistem editorial yang mendukung komunikasi ilmiah lintas negara.
Namun, satu hal penting perlu penulis pahami: nama jurnal yang menggunakan bahasa Inggris tidak otomatis menjadikan jurnal tersebut jurnal internasional. Penulis perlu melihat karakteristik jurnal secara keseluruhan, termasuk editorial board, cakupan penulis, bahasa publikasi, proses peer review, distribusi artikel, serta indeksasi.
Di samping itu, jurnal internasional juga memiliki berbagai tingkat reputasi dan indeksasi. Oleh sebab itu, istilah jurnal internasional saja belum cukup untuk menggambarkan kualitas atau jangkauan sebuah jurnal.
Salah satu database yang sering penulis gunakan dalam pencarian jurnal internasional adalah Scopus. Scopus memiliki proses seleksi konten jurnal dan menggunakan kriteria tertentu dalam evaluasi jurnal, serta terus memperbarui kebijakan seleksinya dari waktu ke waktu. Selain Scopus, penulis juga dapat mengenal DOAJ Directory of Open Access Journals. DOAJ berfokus pada jurnal open access dan menjalankan proses editorial review sebelum memasukkan jurnal ke dalam indeksnya.
Perbedaan Jurnal Nasional dan Jurnal Internasional
Untuk memahami perbedaannya dengan lebih mudah, berikut beberapa aspek yang dapat penulis perhatikan:
| Aspek | Jurnal Nasional | Jurnal Internasional |
| Cakupan | Berorientasi pada komunitas akademik nasional | Menjangkau komunitas akademik lintas negara |
| Bahasa | Bahasa Indonesia atau bahasa lain sesuai kebijakan jurnal | Umumnya menggunakan bahasa Inggris atau bahasa internasional lainnya |
| Pembaca | Dominan dari Indonesia | Menargetkan pembaca dari berbagai negara |
| Penulis | Banyak berasal dari institusi di Indonesia | Dapat melibatkan penulis dari berbagai negara |
| Editorial board | Umumnya berorientasi nasional | Dapat melibatkan editor dari berbagai negara |
| Indeksasi | Dapat terhubung dengan SINTA, Garuda, Google Scholar, dan indeks lain | Dapat terindeks di Scopus, Web of Science, DOAJ, dan database internasional lainnya |
| Akreditasi | Mengikuti sistem akreditasi jurnal nasional | Mengikuti kriteria dan kebijakan indeksasi internasional tertentu |
| Jangkauan publikasi | Nasional | Internasional |
| Persaingan | Bergantung pada peringkat dan bidang jurnal | Bergantung pada reputasi, bidang, indeksasi, dan selektivitas jurnal |
| Target penulis | Mahasiswa, dosen, peneliti, dan akademisi nasional | Peneliti dan akademisi dari berbagai negara |
Tabel tersebut memberikan gambaran umum. Meskipun demikian, penulis tetap perlu memeriksa kebijakan masing-masing jurnal karena setiap jurnal memiliki karakteristik yang berbeda.
1. Perbedaan dari Segi Cakupan Pembaca
Jurnal nasional biasanya menyasar pembaca yang berasal dari Indonesia atau komunitas akademik yang memiliki keterkaitan kuat dengan konteks Indonesia. Sebagai contoh, artikel mengenai strategi pemasaran UMKM di Kota Medan dapat memiliki relevansi kuat bagi pembaca Indonesia karena artikel tersebut membahas kondisi, perilaku konsumen, dan lingkungan bisnis lokal.
Sebaliknya, jurnal internasional dapat membawa topik tersebut ke komunitas akademik global. Penulis dapat memperluas pembahasan dengan menghubungkan fenomena lokal dengan teori, penelitian, atau fenomena dari negara lain. Dengan demikian, penulis perlu menyesuaikan cakupan masalah penelitian dengan target jurnal.
2. Perbedaan dari Segi Bahasa
Bahasa menjadi salah satu perbedaan yang paling mudah terlihat. Jurnal nasional dapat menggunakan bahasa Indonesia, bahasa Inggris, atau bahasa lain sesuai ketentuan jurnal. Sementara itu, jurnal internasional umumnya menggunakan bahasa Inggris agar peneliti dari berbagai negara dapat membaca dan memahami artikel.
Penggunaan bahasa Inggris dalam jurnal internasional menuntut penulis memperhatikan:
- grammar
- academic writing
- terminology
- sentence structure
- consistency
- citation style
- abstract
- keywords
- title
- discussion
Maka dari itu, penulis tidak cukup menerjemahkan artikel bahasa Indonesia menggunakan aplikasi penerjemah. Penulis perlu menyesuaikan gaya penulisan dengan standar academic writing.
3. Perbedaan dari Segi Indeksasi
Indeksasi menjadi salah satu aspek yang paling penting ketika penulis memilih jurnal. Pada jurnal nasional, penulis dapat memeriksa informasi jurnal melalui SINTA yang menyediakan informasi mengenai jurnal, akreditasi, sitasi, dan indikator lainnya.
Sementara itu, untuk jurnal internasional, penulis dapat menemukan jurnal melalui berbagai database. Salah satunya adalah DOAJ untuk jurnal open access. DOAJ menjelaskan bahwa indeksnya mencakup jurnal open access dari berbagai negara dan menyediakan metadata yang dapat masuk ke berbagai sistem pencarian serta discovery services.
Di samping itu, penulis juga dapat menggunakan Scopus atau Web of Science sesuai kebutuhan institusi dan target publikasi. Penting untuk diingat: jangan menyamakan semua indeks karena setiap database memiliki cakupan, kriteria, dan fungsi yang berbeda.
4. Perbedaan dari Segi Editorial Board
Editorial board juga memberikan gambaran mengenai jangkauan sebuah jurnal. Jurnal nasional umumnya memiliki editor dan reviewer yang banyak berasal dari institusi di Indonesia. Di sisi lain, jurnal dengan orientasi internasional dapat melibatkan akademisi dari berbagai negara.
Meskipun demikian, penulis tidak boleh menggunakan jumlah negara pada editorial board sebagai satu-satunya indikator. Penulis perlu melihat rekam jejak editor, afiliasi, bidang keilmuan, kualitas artikel, proses peer review, dan indeksasi jurnal. DOAJ, misalnya, memeriksa berbagai informasi terkait jurnal dalam proses evaluasinya, termasuk informasi editorial dan praktik publikasi.
5. Perbedaan dari Segi Peer Review
Baik jurnal nasional maupun jurnal internasional dapat menerapkan peer review. Dalam proses ini, editor mengirim artikel kepada reviewer yang memiliki kompetensi sesuai bidang artikel. Selanjutnya, reviewer memberikan masukan mengenai:
- kualitas penelitian
- metodologi
- kebaruan
- landasan teori
- analisis data
- pembahasan
- referensi
- struktur artikel
Setelah itu, penulis memperbaiki artikel berdasarkan masukan reviewer. Oleh karena itu, penulis sebaiknya tidak memilih jurnal hanya karena jurnal tersebut menawarkan proses publikasi yang cepat, sebab kecepatan publikasi tidak selalu menggambarkan kualitas proses editorial.
6. Perbedaan dari Segi Topik Penelitian
Jurnal nasional dapat menerima penelitian dengan konteks yang sangat spesifik terhadap Indonesia. Sebagai contoh:
Pengaruh Promosi Media Sosial terhadap Keputusan Pembelian Konsumen di Kota Medan.
Topik tersebut memiliki konteks lokal yang kuat. Selanjutnya, penulis dapat mengembangkan topik tersebut untuk target jurnal internasional dengan memperluas perspektif, contohnya:
Social Media Promotion and Consumer Purchase Decisions: Evidence from Urban Consumers in Indonesia.
Perubahan tersebut tidak hanya menyangkut bahasa, melainkan penulis juga perlu membangun argumentasi yang memiliki relevansi lebih luas bagi literatur internasional.
7. Perbedaan dari Segi Referensi
Jurnal internasional sering menuntut penulis menggunakan literatur yang luas dan relevan dari berbagai negara. Dalam hal ini, penulis dapat mengombinasikan:
- artikel jurnal internasional
- jurnal nasional
- buku akademik
- laporan lembaga resmi
- dataset
- regulasi
- sumber primer
- penelitian terdahulu
Kendati demikian, penulis harus mengutamakan relevansi dan kualitas sumber, bukan sekadar mengejar jumlah referensi. Sebagai tambahan, untuk membantu proses publikasi, penulis juga dapat membaca artikel tentang Cara Publikasi Jurnal Ilmiah: Panduan Lengkap untuk Mahasiswa dan Dosen di website Penerbit Al’Adzkiya sebagai bagian dari persiapan sebelum mengirimkan artikel.
8. Perbedaan dari Segi Tingkat Persaingan
Setiap jurnal memiliki tingkat persaingan yang berbeda. Jurnal nasional tertentu memiliki jumlah pengiriman artikel yang tinggi, dan jurnal internasional tertentu juga menerima banyak manuskrip dari berbagai negara. Oleh sebab itu, penulis tidak dapat menyimpulkan bahwa semua jurnal internasional pasti lebih sulit daripada semua jurnal nasional.
Tingkat persaingan dapat dipengaruhi oleh:
- reputasi jurnal
- bidang keilmuan
- jumlah submission
- tingkat penerimaan
- kebaruan penelitian
- kualitas metodologi
- kualitas penulisan
- kesesuaian artikel dengan scope jurnal
Maka dari itu, penulis perlu memandang journal fit sebagai faktor penting.
Jurnal Nasional vs Internasional: Mana yang Harus Dipilih?

Pertanyaan ini sering muncul ketika mahasiswa atau dosen mulai merencanakan publikasi. Jawabannya bergantung pada tujuan publikasi itu sendiri.
Jika penelitian memiliki fokus kuat pada konteks Indonesia dan penulis membutuhkan publikasi nasional sesuai persyaratan akademik, jurnal nasional dapat menjadi target yang relevan. Sebaliknya, jika penelitian memiliki kontribusi yang dapat menarik perhatian komunitas akademik global serta penulis memiliki kesiapan dalam penulisan akademik berbahasa Inggris, penulis dapat mempertimbangkan jurnal internasional.
Dengan demikian, penulis sebaiknya tidak berpikir:
Internasional pasti lebih baik.
Melainkan penulis sebaiknya berpikir:
Jurnal mana yang paling sesuai dengan tujuan, kualitas, bidang, dan kontribusi penelitian saya?
Pendekatan tersebut membuat strategi publikasi menjadi lebih realistis.
Cara Memilih Jurnal Nasional yang Tepat
Sebelum mengirim artikel, lakukan beberapa langkah berikut:
- Tentukan bidang penelitian: Pastikan topik artikel sesuai dengan focus and scope jurnal. Artikel manajemen sebaiknya tidak dikirim ke jurnal yang fokus pada teknik sipil hanya karena jurnal tersebut membuka submission.
- Periksa akreditasi: Cari nama jurnal melalui SINTA dan periksa status jurnal secara langsung.
- Periksa template: Unduh template artikel dan sesuaikan struktur naskah.
- Periksa gaya sitasi: Jurnal dapat menggunakan APA, IEEE, Chicago, Vancouver, atau gaya lainnya.
- Periksa jadwal terbit: Perhatikan volume, nomor, periode penerbitan, serta informasi submission pada website jurnal.
- Periksa biaya publikasi: Jangan hanya melihat angka biaya, tetapi periksa juga layanan yang termasuk dalam proses publikasi dan kebijakan jurnal.
Cara Memilih Jurnal Internasional yang Tepat
Penulis perlu melakukan pemeriksaan lebih detail ketika memilih jurnal internasional:
- Periksa indeksasi: Jangan percaya hanya pada logo Scopus, Web of Science, atau DOAJ yang muncul pada website jurnal. Cari jurnal melalui database resminya. Untuk jurnal open access, penulis dapat melakukan pencarian melalui DOAJ yang menyediakan database jurnal open access dan artikel dari berbagai negara.
- Periksa scope jurnal: Baca beberapa artikel terbaru dan lihat apakah topiknya benar-benar sesuai dengan penelitian.
- Periksa editorial board: Lihat afiliasi dan bidang keilmuan editor.
- Periksa artikel terbaru: Baca artikel terbaru untuk memahami gaya penulisan, struktur artikel, metode penelitian, kedalaman pembahasan, jumlah referensi, serta gaya sitasi.
- Periksa kebijakan peer review: Pastikan jurnal menjelaskan proses review secara transparan.
- Periksa biaya publikasi: Beberapa jurnal menerapkan APC Article Processing Charge, sementara jurnal open access tertentu tidak mengenakan biaya publikasi. Karena kebijakan berbeda-beda, penulis harus memeriksa halaman biaya pada website jurnal.
Waspadai Jurnal Predator
Penulis juga perlu memahami istilah predatory journal atau jurnal predator. Jurnal predator biasanya mengejar keuntungan dari penulis tanpa menjalankan praktik editorial dan peer review yang memadai. Oleh karena itu, penulis harus melakukan verifikasi sebelum mengirimkan manuskrip.
Beberapa tanda yang perlu penulis periksa antara lain:
- website jurnal terlihat tidak profesional
- informasi editor tidak jelas
- alamat penerbit sulit diverifikasi
- jurnal menjanjikan publikasi dalam waktu sangat singkat
- jurnal mengirim spam email secara berlebihan
- jurnal mengklaim indeksasi yang tidak dapat diverifikasi
- biaya publikasi tidak transparan
- proses peer review tidak jelas
DOAJ sendiri menekankan pentingnya praktik penerbitan yang baik dan menyatakan bahwa proses indeksasinya membantu mengidentifikasi jurnal open access yang memenuhi standar tertentu.
Tanya Jawab Seputar Publikasi
Jangan Tertipu oleh Istilah Internasional
Salah satu kesalahan yang sering terjadi dalam dunia publikasi yaitu menganggap kata International pada nama jurnal otomatis membuktikan status internasional, seperti pada contoh:
International Journal of Education and Research
Nama tersebut memang terlihat internasional. Namun, nama jurnal saja tidak cukup untuk membuktikan reputasi atau indeksasinya. Penulis harus tetap melakukan verifikasi melalui database resmi dan website jurnal. Nama boleh internasional, tetapi verifikasi tetap wajib nasional maupun global.
Apakah Jurnal Nasional Tidak Berkualitas?
Tidak. Jurnal nasional memiliki peran penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Banyak jurnal nasional yang memiliki proses editorial, peer review, akreditasi, dan indeksasi yang jelas. SINTA sendiri menampilkan jurnal dengan berbagai tingkat akreditasi dan indikator kinerja. Oleh karena itu, penulis sebaiknya tidak menganggap jurnal berdasarkan label nasional atau internasional saja, melainkan perlu melihat status, kualitas pengelolaan, indeksasi, relevansi, dan tujuan publikasi.
Apakah Semua Jurnal Internasional Masuk Scopus?
Tidak. Scopus hanya mencakup jurnal yang masuk dalam database berdasarkan proses seleksi dan kriteria yang berlaku. Scopus juga terus memperbarui kebijakan seleksi dan evaluasinya. Oleh sebab itu:
- Jurnal internasional tidak sama dengan otomatis Scopus.
- Begitu pula: Jurnal open access tidak sama dengan otomatis DOAJ.
Penulis perlu memeriksa status indeksasi secara langsung melalui database resmi.
Apakah Jurnal DOAJ Sama dengan Jurnal Scopus?
Tidak. DOAJ dan Scopus memiliki fungsi dan cakupan yang berbeda. DOAJ berfokus pada jurnal open access dan melakukan proses evaluasi editorial untuk memasukkan jurnal ke dalam indeksnya, sedangkan Scopus memiliki sistem seleksi dan evaluasi konten tersendiri.
Maka dari itu, penulis harus memahami bahwa sebuah jurnal dapat memiliki kombinasi indeksasi yang berbeda. Misalnya, sebuah jurnal dapat:
- masuk DOAJ
- masuk Scopus
- masuk Web of Science
- masuk Google Scholar
- masuk database lainnya
Kendati demikian, keberadaan satu indeks tidak otomatis berarti jurnal tersebut memiliki semua indeks lainnya.
Tips Sebelum Mengirim Artikel ke Jurnal
Sebelum melakukan submission, gunakan checklist berikut:
Checklist Publikasi
- Topik artikel sesuai scope jurnal
- Judul sesuai fokus penelitian
- Abstrak memenuhi ketentuan jurnal
- Kata kunci relevan
- Struktur artikel mengikuti template
- Referensi relevan dan mutakhir
- Sitasi mengikuti gaya jurnal
- Tabel dan gambar mengikuti format
- Bahasa sudah melalui proofreading
- Plagiarisme sudah diperiksa
- Data penelitian dapat dipertanggungjawabkan
- Nama dan afiliasi penulis sudah benar
- Email penulis aktif
- Status indeksasi jurnal sudah diverifikasi
- Biaya publikasi sudah dipahami
- Proses peer review sudah dipahami
Checklist sederhana ini dapat membantu penulis mengurangi kesalahan administratif sebelum submission. Apabila naskah masih membutuhkan pemeriksaan bahasa, struktur, atau format, penulis juga dapat mempertimbangkan layanan proofreading dan persiapan naskah jurnal melalui Penerbit Al’Adzkiya.
Kesimpulan
Jurnal nasional dan jurnal internasional memiliki karakteristik yang berbeda dari sisi cakupan, bahasa, pembaca, editorial board, indeksasi, dan strategi publikasi. Jurnal nasional dapat menjadi pilihan bagi penelitian yang memiliki konteks Indonesia dan kebutuhan publikasi nasional. Sebaliknya, jurnal internasional dapat menjadi target bagi penelitian yang memiliki kontribusi serta relevansi bagi komunitas akademik lintas negara.
Meskipun demikian, penulis tidak perlu mengejar label internasional semata. Penulis harus melihat kesesuaian jurnal dengan bidang penelitian, kualitas editorial, proses peer review, indeksasi, reputasi, biaya, dan tujuan akademik.
Sebelum mengirim artikel, lakukan verifikasi melalui sumber resmi seperti SINTA, DOAJ, dan Scopus sesuai kebutuhan publikasi. Pada akhirnya, publikasi yang tepat bukan sekadar tentang nasional atau internasional, melainkan tentang bagaimana penulis menemukan jurnal yang mampu mempertemukan kualitas penelitian, target pembaca, bidang keilmuan, dan tujuan akademik.
