• Beranda
  • Profil
  • Paket
  • Koleksi
  • Publisher
  • CC
Penerbit Buku di Medan, Penerbit Buku Terbaik di Sumatera Utara
  • Beranda
  • Profil
  • Paket
  • Koleksi
  • Publisher
  • CC
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Profil
  • Paket
  • Koleksi
  • Publisher
  • CC
No Result
View All Result
Penerbit Buku di Medan, Penerbit Buku Terbaik di Sumatera Utara
No Result
View All Result

Kenapa Artikel Jurnal Lama Diproses? Memahami Tahapan Editorial hingga Publikasi

Memahami alasan artikel jurnal lama diproses, mulai dari pemeriksaan awal, peer review, revisi, hingga tahap akhir sebelum publikasi.

Asrar Aspia by Asrar Aspia
7 Oktober 2026
in Artikel
0
Ilustrasi tahapan editorial jurnal ilmiah dan proses peer review yang panjang dari awal hingga publikasi bersama logo Penerbit Al'Adzkiya.

Memahami tahapan editorial yang teliti dan ketat membantu penulis mengerti alasan di balik lamanya proses peninjauan hingga sebuah artikel jurnal resmi dipublikasikan.

0
SHARES
6
VIEWS
Share on Facebook
Share on Twitter

Artikel jurnal lama diproses merupakan hal yang sering membuat penulis bertanya-tanya, terutama ketika status naskah tidak berubah dalam beberapa waktu. Padahal, proses publikasi jurnal tidak berhenti setelah penulis mengirim artikel. Editor perlu melakukan pemeriksaan awal, menentukan reviewer, mengelola proses peer review, meminta revisi jika diperlukan, hingga menyiapkan artikel sebelum publikasi.

Mengirim artikel ke jurnal tidak berarti naskah langsung terbit. Setelah penulis melakukan submission, editor perlu memeriksa naskah, menentukan reviewer, mengelola proses penilaian, dan memastikan artikel memenuhi standar jurnal. Karena itu, artikel jurnal lama diproses bukan selalu berarti pengelola jurnal mengabaikan naskah.

Setiap jurnal memiliki alur editorial, jumlah editor, ketersediaan reviewer, serta jadwal publikasi yang berbeda. Bahkan, artikel yang sudah masuk ke sistem jurnal masih dapat melewati beberapa tahap sebelum memperoleh keputusan akhir. Bagi penulis, memahami tahapan tersebut membantu mengurangi kekhawatiran selama menunggu. Selain itu, pemahaman ini membuat penulis dapat menentukan kapan harus menunggu dan kapan perlu menghubungi editor.

Mengapa Artikel Jurnal Lama Diproses?

Artikel jurnal lama diproses merupakan hal yang sering membuat penulis bertanya-tanya? Ada beberapa alasan yang dapat membuat proses artikel jurnal berlangsung cukup lama. Salah satu faktor utama adalah banyaknya tahapan yang harus dilalui sebelum artikel dinyatakan layak terbit. Editor tidak hanya membaca judul dan abstrak. Mereka juga perlu menilai kesesuaian topik, mengikuti kebijakan jurnal, memeriksa kelengkapan naskah, serta menentukan apakah artikel dapat masuk ke proses peer review.

Selain itu, reviewer yang sesuai dengan bidang artikel mungkin tidak selalu tersedia. Editor terkadang harus menghubungi beberapa calon reviewer sebelum menemukan pihak yang bersedia melakukan penilaian. Dengan demikian, lama proses artikel jurnal dapat terjadi karena faktor editorial maupun teknis. Kondisi tersebut tidak otomatis menunjukkan bahwa artikel mengalami masalah.

Tahapan Saat Jurnal Lama Diproses

Untuk memahami mengapa artikel belum terbit, penulis perlu mengenali alur yang biasanya berlangsung setelah submission.

1. Submission dan Pemeriksaan Awal

Setelah penulis mengirim artikel melalui sistem jurnal, editor atau tim editorial biasanya melakukan pemeriksaan awal. Pada tahap ini, pengelola dapat memeriksa:

  • kesesuaian topik dengan fokus jurnal;
  • format artikel;
  • kelengkapan identitas penulis;
  • struktur naskah;
  • referensi;
  • penggunaan template;
  • kesesuaian dengan author guidelines;
  • potensi masalah etika publikasi atau plagiarisme.

Jika artikel belum memenuhi ketentuan dasar, editor dapat meminta penulis memperbaikinya sebelum naskah masuk ke tahap berikutnya. Karena itu, penulis sebaiknya membaca author guidelines jurnal sebelum melakukan submission. Persiapan tersebut dapat membantu mengurangi kesalahan teknis yang berpotensi memperpanjang proses editorial.

2. Pemeriksaan oleh Editor

Setelah pemeriksaan awal selesai, editor menilai apakah artikel memiliki kecocokan dengan jurnal. Editor dapat mempertimbangkan beberapa aspek, seperti topik penelitian, kualitas naskah, kontribusi ilmiah, metodologi, dan kesesuaian dengan ruang lingkup jurnal. Pada tahap ini, artikel bisa mendapatkan keputusan seperti:

  • desk review;
  • desk reject;
  • diteruskan ke reviewer;
  • atau diminta melakukan perbaikan tertentu.

Jadi, apabila status artikel masih berada pada tahap pemeriksaan editor, penulis tidak perlu langsung menganggap bahwa prosesnya bermasalah.

3. Mencari Reviewer yang Sesuai

Tahap peer review sering menjadi salah satu penyebab artikel jurnal lama diproses. Editor perlu mencari reviewer yang memiliki kompetensi sesuai dengan topik artikel. Tidak semua calon reviewer langsung menerima undangan. Beberapa mungkin sedang memiliki banyak pekerjaan, tidak tersedia pada periode tersebut, atau menolak karena alasan tertentu.

Akibatnya, editor perlu menghubungi reviewer lain. Proses ini dapat berlangsung lebih lama daripada yang diperkirakan penulis. Namun, proses penilaian tersebut memiliki fungsi penting dalam menjaga kualitas publikasi ilmiah. Literatur ilmiah menjelaskan bahwa peer review menjadi salah satu mekanisme penting dalam pengendalian kualitas artikel ilmiah.

4. Proses Peer Review

Setelah reviewer menerima naskah, mereka mulai mengevaluasi artikel berdasarkan ketentuan dan standar yang berlaku pada jurnal. Reviewer dapat menilai:

  • kebaruan penelitian;
  • rumusan masalah;
  • metode penelitian;
  • kualitas data;
  • analisis;
  • pembahasan;
  • kesimpulan;
  • referensi;
  • serta kualitas penyajian artikel.

Reviewer kemudian memberikan rekomendasi kepada editor. Rekomendasi tersebut dapat mengarah pada keputusan seperti menerima artikel, meminta revisi, atau menolak artikel. Waktu yang dibutuhkan tentu berbeda-beda. Artikel tertentu mungkin mendapatkan respons dengan cepat, sedangkan artikel lain membutuhkan waktu lebih panjang karena reviewer memerlukan pemeriksaan yang lebih mendalam.

Mengapa Jurnal Lama Diproses pada Tahap Peer Review?

Jangan menganggap revisi sebagai tanda bahwa artikel gagal. Dalam publikasi ilmiah, revisi justru menjadi bagian penting untuk meningkatkan kualitas naskah. Reviewer dapat meminta penulis memperjelas metode, memperbaiki analisis, menambahkan referensi, memperkuat pembahasan, atau memperbaiki struktur tulisan. Setelah penulis menyelesaikan revisi, editor dapat mengirim kembali artikel kepada reviewer untuk pemeriksaan berikutnya. Proses ini dapat berlangsung lebih dari satu putaran.

Oleh sebab itu, penulis sebaiknya tidak hanya fokus pada pertanyaan “kapan artikel terbit?”, tetapi juga memperhatikan setiap keputusan dan komentar yang diberikan selama proses editorial. Jika Anda sedang menghadapi tahap tersebut, Anda dapat membaca panduan Revisi Artikel Jurnal: Cara Menanggapi Reviewer dan Memperbaiki Naskah agar proses revisi berjalan lebih terarah.

Mengapa Jurnal Masih Lama Diproses Setelah Accepted?

Belum tentu. Ketika editor menyatakan artikel accepted, proses editorial utama memang sudah mencapai tahap penting. Namun, pengelola jurnal masih dapat melakukan beberapa pekerjaan sebelum artikel tersedia untuk pembaca. Tahap berikutnya dapat mencakup:

  1. penyuntingan akhir;
  2. pemeriksaan format;
  3. copyediting;
  4. layout;
  5. pemeriksaan proof;
  6. konfirmasi penulis;
  7. penempatan artikel pada volume dan nomor;
  8. publikasi secara online.

Karena itu, status accepted tidak selalu berarti artikel langsung muncul di halaman jurnal pada hari yang sama.

Mengapa Artikel Jurnal Lama Diproses Setelah Accepted?

Setelah menerima keputusan accepted, tim jurnal perlu memastikan artikel siap tampil sebagai publikasi resmi. Pada tahap produksi, pengelola dapat memeriksa kembali metadata artikel, nama penulis, afiliasi, abstrak, referensi, tabel, gambar, dan elemen lainnya.

Hal tersebut penting karena metadata artikel berperan dalam proses pengindeksan dan penemuan artikel di berbagai layanan ilmiah. Crossref, misalnya, menekankan pentingnya metadata yang akurat untuk artikel jurnal, termasuk judul, kontributor, afiliasi, abstrak, referensi, dan informasi publikasi.

Jika jurnal menggunakan DOI, pengelola juga perlu memastikan proses registrasi dan metadata berjalan dengan benar. DOI dapat digunakan sebagai pengenal permanen untuk artikel dan membantu menghubungkan artikel dengan berbagai sistem ilmiah. Dengan demikian, keterlambatan setelah accepted tidak selalu menunjukkan adanya masalah. Bisa saja pengelola sedang menyelesaikan tahap produksi dan administrasi publikasi.

Memahami Status Saat Artikel Jurnal Lama Diproses

Setiap jurnal dapat menggunakan istilah status yang berbeda. Namun, secara umum penulis mungkin menemukan beberapa status berikut:

Submitted

Status ini menunjukkan bahwa penulis telah mengirim artikel melalui sistem jurnal. Editor biasanya belum menyelesaikan pemeriksaan atau belum mengambil keputusan awal.

Under Review

Status under review biasanya menunjukkan bahwa artikel sedang menjalani proses penilaian. Namun, arti detail status dapat berbeda berdasarkan sistem dan kebijakan masing-masing jurnal.

Revision Required

Editor meminta penulis melakukan perbaikan terhadap artikel. Penulis perlu membaca komentar dengan teliti dan mengirimkan kembali naskah sesuai batas waktu yang diberikan.

Accepted

Editor telah menerima artikel untuk dipublikasikan. Namun, artikel masih dapat memasuki tahap produksi sebelum tampil secara resmi.

Published

Artikel telah tersedia sebagai publikasi pada laman jurnal. Pada tahap ini, pembaca dapat mengakses artikel sesuai kebijakan akses jurnal.

Kapan Penulis Perlu Menghubungi Editor Saat Jurnal Lama Diproses?

Menunggu bukan berarti penulis harus diam tanpa batas. Penulis tetap dapat menghubungi editor apabila waktu pemrosesan sudah jauh melewati informasi yang diberikan jurnal atau status artikel tidak berubah dalam waktu yang cukup lama. Namun, penulis sebaiknya mengirimkan pesan secara profesional.

Hindari mengirim pertanyaan berkali-kali dalam waktu singkat. Sebaliknya, tuliskan pesan singkat yang mencantumkan judul artikel, ID naskah, tanggal submission, serta pertanyaan mengenai perkembangan artikel. Cara tersebut membantu editor menemukan naskah dengan lebih mudah tanpa membuat komunikasi terasa menekan.

Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari Saat Menunggu

Ketika artikel jurnal lama diproses, sebagian penulis justru melakukan beberapa tindakan yang dapat membuat proses komunikasi menjadi kurang efektif.

Terlalu Sering Mengecek Sistem

Memeriksa status artikel memang penting. Namun, membuka sistem berkali-kali dalam sehari tidak akan mempercepat keputusan editor. Lebih baik tentukan waktu tertentu untuk memeriksa perkembangan naskah.

Mengirim Pesan Berkali-kali

Penulis sebaiknya tidak mengirim email atau pesan kepada editor setiap kali belum melihat perubahan status. Berikan waktu yang wajar sebelum melakukan follow-up. Jika perlu menghubungi editor, gunakan satu pesan yang jelas dan profesional.

Mengirim Naskah ke Banyak Jurnal Sekaligus

Penulis juga perlu memperhatikan kebijakan multiple submission. Jangan mengirim artikel yang sama ke beberapa jurnal secara bersamaan jika jurnal tujuan tidak mengizinkannya. Selain itu, penulis perlu memastikan bahwa artikel benar-benar sesuai dengan jurnal yang dipilih sejak awal.

Tidak Membaca Author Guidelines

Kesalahan format, struktur, gaya referensi, atau ketentuan teknis dapat membuat editor meminta perbaikan sebelum naskah masuk ke tahap berikutnya. Karena itu, membaca panduan penulis sejak awal dapat membantu memperlancar proses.

Bagaimana Cara Mengetahui Apakah Artikel Mengalami Keterlambatan?

Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua jurnal. Setiap pengelola memiliki jadwal editorial yang berbeda.

Penulis dapat memeriksa informasi berikut:

  • estimasi waktu first decision;
  • waktu rata-rata proses review;
  • jadwal penerbitan;
  • frekuensi terbit jurnal;
  • kebijakan revisi;
  • status artikel pada OJS;
  • serta informasi terbaru dari editor.

Jika jurnal mencantumkan estimasi proses, gunakan informasi tersebut sebagai acuan. Jangan membandingkan artikel Anda secara langsung dengan artikel orang lain karena setiap naskah dapat melewati reviewer dan tahapan editorial yang berbeda.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Jurnal Lama Diproses?

Daripada hanya menunggu, penulis dapat memanfaatkan waktu dengan melakukan beberapa persiapan.

  • Pertama, periksa kembali artikel dan pastikan tidak ada kesalahan yang perlu segera diperbaiki.
  • Kedua, siapkan dokumen pendukung jika editor meminta revisi.
  • Ketiga, periksa email secara berkala agar tidak melewatkan permintaan dari jurnal.

Selanjutnya, penulis dapat memperbaiki kemampuan menulis artikel ilmiah, memperbarui referensi, atau mempersiapkan penelitian berikutnya. Dengan cara tersebut, masa tunggu tidak terasa sebagai waktu yang terbuang.

Kesimpulan tentang Jurnal Lama Diproses

Artikel jurnal lama diproses tidak selalu berarti naskah mengalami masalah. Proses publikasi ilmiah melibatkan beberapa tahapan, mulai dari submission, pemeriksaan awal, evaluasi editor, pencarian reviewer, peer review, revisi, accepted, hingga produksi dan publikasi.

Setiap tahap membutuhkan waktu karena pengelola jurnal perlu menjaga kualitas artikel sekaligus memastikan informasi publikasi tersaji dengan benar. Bahkan setelah artikel diterima, pengelola masih perlu menyelesaikan proses produksi sebelum artikel dapat dibaca secara resmi.

Karena itu, penulis perlu memahami alur editorial dan memantau status artikel secara proporsional. Jika waktu pemrosesan sudah melewati informasi yang diberikan jurnal, penulis dapat menghubungi editor dengan bahasa yang sopan dan profesional. Yang terpenting, lama proses tidak selalu berarti buruk. Dalam publikasi ilmiah, ketelitian sering kali memang membutuhkan waktu.

Ingin Mempersiapkan Publikasi dengan Lebih Baik?

Publikasi ilmiah membutuhkan persiapan sejak tahap penulisan, pemilihan media publikasi, penyuntingan, hingga proses penerbitan. Naskah yang rapi dan sesuai ketentuan akan membantu penulis menghadapi proses editorial dengan lebih siap.

Jika Anda membutuhkan informasi seputar penerbitan buku, penerbitan jurnal, pengurusan ISBN, proofreading, layout, dan layanan penerbitan lainnya, kunjungi Penerbit Al’Adzkiya. Temukan informasi dan layanan penerbitan yang dapat membantu mempersiapkan karya Anda agar lebih siap menuju proses publikasi.

Tags: Al'Adzkiya RantauprapatPenerbit Buku di Medan Sumatera UtaraPenerbit Buku ISBNPenerbit Buku terbaik di kota medan dan sekitarnyaPenerbit buku terbaik di medanPenerbit di Sumatera Utara
Previous Post

Mengapa Struktur Bab Penting dalam Buku? Begini Cara Membuat Alur Pembahasan yang Terarah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Kenapa Artikel Jurnal Lama Diproses? Memahami Tahapan Editorial hingga Publikasi
  • Mengapa Struktur Bab Penting dalam Buku? Begini Cara Membuat Alur Pembahasan yang Terarah
  • Mengenal DOI pada Artikel Jurnal: Fungsi, Manfaat, dan Cara Mengeceknya
  • Status “Under Review” pada Jurnal: Apa Artinya dan Apa yang Perlu Dilakukan Penulis?
  • Buku untuk Pembaca Umum: Cara Mengubah Bahasa Akademik Menjadi Lebih Mudah Dipahami

Komentar Terbaru

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

PENERBIT AL'ADZKIYA

Alamat Kantor

Jln Gambir Perum Grand Algeria Blok C No 10 Pasar VIII Percut Sei Tuan Kab Deli Serdang

LAYANAN

Penerbitan Buku

Penerbitan Jurnal

Penerbitan HKI

Media Sosial

E-Mail : admin@penerbitaladzkiya.com

Chat Via Whatsapp

Phone : +6282276602171

Hak Cipta © 2024 Penerbit Al'Adzkiya Sumatera Utara

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Profil
  • Paket
  • Koleksi
  • Publisher
  • CC

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.