Penyebab buku sering ditolak ISBN menjadi pertanyaan yang sering muncul saat penulis menerima penolakan dari Perpusnas usai mengajukan permohonan. Kondisi tersebut dapat terjadi karena beberapa bagian buku belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penulis perlu mengetahui penyebabnya agar dapat memperbaiki buku sebelum mengajukan ISBN kembali.
Penolakan ISBN bukan menggambarkan kualitas naskah yang buruk. Dalam banyak kasus, penulis hanya perlu memperbaiki beberapa bagian sebelum melakukan pengajuan ulang. Lalu, apa saja penyebab penolakan ISBN yang sering terjadi?

Beberapa Penyebab Buku Sering Ditolak ISBN
1. Buku Masih Berbentuk Modul
Salah satu kendala yang sering muncul yaitu naskah masih memiliki karakteristik modul pembelajaran. Misalnya, naskah memuat terlalu banyak petunjuk kegiatan, latihan, lembar kerja, atau instruksi untuk peserta didik. Jika ingin menerbitkannya sebagai buku, penulis perlu mengembangkan materi menjadi naskah yang memiliki struktur dan karakter buku yang lebih jelas.
2. Naskah Masih Berupa Skripsi atau Laporan Penelitian
Skripsi, tesis, laporan penelitian, dan laporan kegiatan memiliki tujuan yang berbeda dengan buku. Karena itu, penulis sebaiknya tidak langsung mengajukan dokumen tersebut tanpa melakukan pengolahan. Penulis dapat mengubah struktur, menyederhanakan bagian metodologi, memperluas pembahasan, serta menyesuaikan penyajiannya agar lebih sesuai dengan format buku.
3. Judul Tidak Sesuai dengan Isi
Judul harus menggambarkan pembahasan utama dalam buku. Jika judul menunjukkan sebuah buku referensi, tetapi isinya justru berupa kumpulan soal atau lembar kerja, ketidaksesuaian tersebut dapat menjadi masalah dalam proses pengajuan. Sebelum mengajukan ISBN, periksa kembali apakah judul benar-benar mencerminkan isi buku.
4. Data Buku Tidak Konsisten
Penulis juga perlu memperhatikan konsistensi data. Pastikan nama penulis, judul, penerbit, dan informasi lainnya tampil seragam di setiap dokumen pengajuan. Sebaiknya, hindari mengubah data setelah pengajuan agar informasi buku selalu sesuai dengan data pendaftaran awal.
5. Struktur Buku Belum Lengkap
Buku yang siap terbit harus memiliki struktur yang jelas. Penulis perlu memeriksa bagian seperti halaman judul, identitas penerbit, daftar isi, isi buku, dan bagian pelengkap lainnya sebelum mengajukan ISBN. Naskah yang masih berupa dokumen mentah tentu memerlukan penyesuaian terlebih dahulu.
6. Tidak Memeriksa Ketentuan Sebelum Mengajukan
Banyak penulis langsung mengajukan ISBN tanpa mengecek persyaratan dan ketentuan yang berlaku. Padahal, pemeriksaan awal dapat membantu menemukan masalah sejak dini. Penulis sebaiknya memastikan isi, struktur, judul, identitas buku, serta data pengajuan sudah sesuai sebelum mengirimkan permohonan.
Bagaimana Agar Pengajuan ISBN Lebih Lancar?
Sebelum mengajukan ISBN, lakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap naskah. Pastikan buku tidak lagi berbentuk laporan atau modul mentah, judul sesuai dengan isi, struktur sudah lengkap, dan seluruh data tercantum secara konsisten.
Jika masih mengalami kesulitan, penulis dapat berkonsultasi dengan penerbit untuk membantu memeriksa dan mempersiapkan buku sebelum pengajuan. Kami bisa bantu untuk memudahkan penerbitan buku-buku anda tunggu apalagi langsung hubungin Penerbit Al’Adzkiya!
Kesimpulannya, penolakan ISBN bukan akhir dari proses penerbitan. Dengan memperbaiki bagian yang menjadi kendala dan menyiapkan buku secara lebih matang, penulis dapat meningkatkan kesiapan bukunya untuk diajukan kembali.
