Penulis, dosen, dan guru sering mengalami penolakan ketika mengajukan Nomor Standar Buku Internasional (International Standard Book Number atau ISBN) kepada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas). Verifikator Perpusnas dapat menolak pengajuan ketika penulis mengajukan naskah yang masih menggunakan format modul ajar internal. Banyak penulis juga masih mencampurkan karakteristik modul ajar dengan karakteristik buku referensi. Padahal, Perpusnas membedakan kedua jenis karya tersebut berdasarkan fungsi, bentuk, dan sasaran pembacanya. Proses konversi modul ajar menjadi buku referensi kini menjadi kebutuhan penting bagi para dosen dan guru. Banyak pengajuan ISBN ditolak Perpusnas karena naskah masih memakai format internal, sehingga pemahaman tentang konversi modul ajar sangat diperlukan agar karya Anda siap diterbitkan.
Perpusnas menerapkan ketentuan penerbitan untuk memastikan setiap ISBN mengikuti kriteria penerbitan yang berlaku. Karena itu, penulis perlu memahami perbedaan antara modul ajar dan buku referensi sebelum mengajukan ISBN. Penulis juga perlu menyesuaikan struktur dan isi naskah dengan karakteristik buku yang ingin diterbitkan.
Syarat dan Cara Konversi Modul Ajar Jadi Buku Referensi
1. Modul Ajar (Dokumen Pembelajaran)
Penulis menyusun modul ajar untuk membantu proses belajar-mengajar di kelas, mata kuliah, lembaga pendidikan, atau kegiatan pelatihan tertentu. Modul ajar membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran melalui materi, aktivitas, latihan, dan evaluasi yang penulis susun.
Beberapa ciri utama modul ajar antara lain:
- Memiliki Audiens Tertentu: Penulis menyusun modul untuk siswa, mahasiswa, peserta pelatihan, atau kelompok pembelajar tertentu.
- Menggunakan Bahasa Instruksional: Penulis memberikan instruksi secara langsung kepada pembaca melalui tugas, kuis, lembar kerja, petunjuk diskusi, dan berbagai kegiatan pembelajaran.
- Menyajikan Materi Secara Praktis: Penulis menyusun materi dalam bagian-bagian yang relatif singkat untuk membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran tertentu.
- Memuat Aktivitas Pembelajaran: Penulis dapat memasukkan latihan soal, tugas, evaluasi, dan aktivitas lain untuk membantu pembaca memahami materi.
Dalam konteks penerbitan, penulis perlu membedakan modul ajar atau bahan pembelajaran internal dengan buku yang penulis terbitkan untuk masyarakat umum. Oleh karena itu, penulis perlu memastikan jenis naskah dan tujuan penerbitannya sesuai dengan ketentuan ISBN yang berlaku.
2. Buku Referensi (Karya Ilmiah)
Penulis menyusun buku referensi berdasarkan hasil penelitian, kajian ilmiah, pengalaman akademik, atau pemikiran yang membahas bidang ilmu tertentu secara mendalam. Buku referensi memberikan informasi dan landasan keilmuan yang dapat pembaca gunakan sebagai sumber rujukan.
Beberapa ciri utama buku referensi meliputi:
- Menyasar Pembaca yang Lebih Luas: Penulis menyusun buku untuk memberikan manfaat kepada akademisi, mahasiswa, praktisi, maupun pembaca lain yang membutuhkan informasi dalam bidang tertentu.
- Membahas Topik Secara Mendalam: Penulis menguraikan konsep, teori, hasil penelitian, dan berbagai perspektif secara sistematis.
- Menggunakan Gaya Penulisan Ilmiah: Penulis menyajikan informasi melalui uraian, analisis, dan argumentasi serta memperkuat pembahasannya dengan sumber ilmiah.
- Mencantumkan Sumber Rujukan: Penulis menggunakan referensi yang relevan dan menyusun daftar pustaka dengan sistem penulisan yang konsisten.
- Tidak Berfokus pada Aktivitas Kelas: Penulis mengutamakan penyampaian pengetahuan dan pembahasan ilmiah daripada tugas, lembar kerja, atau evaluasi pembelajaran.
Dengan karakteristik tersebut, buku referensi berfungsi sebagai sumber rujukan yang membantu pembaca memperluas pemahaman terhadap suatu bidang ilmu.
Langkah Mengembangkan Modul Ajar Menjadi Buku Referensi
Jika Anda memiliki draf modul ajar dan ingin mengembangkannya menjadi buku referensi, Anda perlu menyesuaikan isi, bahasa, serta struktur naskah. Anda dapat melakukan beberapa langkah berikut.
1. Mengurangi Unsur Tugas Pembelajaran
Anda perlu memeriksa kembali bagian-bagian naskah yang secara khusus mendukung proses pembelajaran di kelas. Anda dapat menghapus atau mengubah soal pilihan ganda, kolom isian, petunjuk diskusi, lembar kerja, dan kisi-kisi evaluasi yang tidak sesuai dengan karakter buku referensi.
Sebagai gantinya, Anda dapat mengembangkan materi tersebut menjadi pembahasan yang lebih analitis. Anda dapat menjelaskan konsep, memberikan contoh kasus, membahas hasil penelitian, atau menyajikan analisis berdasarkan teori yang relevan.
2. Mengubah Bahasa Instruksi Menjadi Bahasa Informatif
Anda perlu mengubah kalimat yang memberikan perintah langsung kepada pembaca menjadi kalimat yang menyampaikan informasi dan penjelasan secara ilmiah.
Misalnya, Anda dapat mengubah kalimat:
“Kerjakan tugas berikut bersama kelompok Anda.”
menjadi:
“Kegiatan kelompok membantu peserta didik memahami konsep melalui proses diskusi dan pertukaran gagasan.”
Dengan perubahan tersebut, penulis tidak lagi mengarahkan pembaca untuk mengerjakan tugas tertentu. Sebaliknya, penulis memberikan penjelasan yang dapat memperkaya pemahaman pembaca.
3. Memperkuat Rujukan Ilmiah
Anda perlu memperkuat setiap pembahasan dengan sumber ilmiah yang relevan. Anda dapat menambahkan teori dari para ahli, hasil penelitian, artikel jurnal, buku akademik, dan berbagai sumber ilmiah lainnya.
Penulis juga perlu memastikan bahwa setiap sumber yang penulis gunakan memiliki hubungan yang jelas dengan topik pembahasan. Langkah ini dapat memperkuat landasan akademik dan meningkatkan kualitas isi buku.
4. Melengkapi Struktur Buku
Penulis perlu menyusun naskah dengan struktur buku yang sistematis agar pembaca dapat mengikuti pembahasan dengan mudah. Beberapa bagian yang dapat penulis siapkan antara lain:
- Halaman Judul dan Hak Cipta: Penulis mencantumkan judul buku, nama penulis, nama penerbit, serta informasi hak cipta.
- Kata Pengantar dan Daftar Isi: Penulis memberikan gambaran umum mengenai buku dan menyusun daftar isi sesuai urutan pembahasan.
- Pendahuluan: Penulis memaparkan latar belakang, tujuan, ruang lingkup, dan urgensi pembahasan untuk memberikan pemahaman awal kepada pembaca.
- Isi Utama: Penulis menyusun setiap bab secara sistematis dan mengembangkan pembahasan berdasarkan teori, data, hasil penelitian, atau sumber ilmiah yang relevan.
- Daftar Pustaka: Penulis mencatat seluruh sumber yang penulis gunakan dan menyusunnya dengan menerapkan gaya sitasi secara konsisten.
- Glosarium: Penulis menjelaskan istilah-istilah khusus yang muncul dalam pembahasan untuk membantu pembaca memahami materi.
- Indeks: Penulis menyusun indeks untuk membantu pembaca menemukan istilah atau topik tertentu dalam buku.
- Profil Penulis: Penulis mencantumkan informasi singkat mengenai latar belakang dan pengalaman akademik atau profesionalnya.
5. Menggunakan Penerbit yang Sesuai
Penulis perlu memilih penerbit yang memenuhi ketentuan penerbitan dan memiliki kewenangan untuk mengurus proses pengajuan ISBN. Penerbit dapat membantu penulis melalui proses penyuntingan, tata letak, desain sampul, hingga pengurusan administrasi penerbitan.
Penulis juga perlu memastikan bahwa penerbit menjalankan proses penerbitan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, penulis dapat menyiapkan naskah secara lebih terarah sebelum mengajukan ISBN.

Kesimpulan
Penulis perlu memahami perbedaan antara modul ajar dan buku referensi sebelum mengajukan ISBN. Modul ajar berfokus pada kegiatan pembelajaran dan biasanya memuat instruksi, latihan, tugas, serta evaluasi. Sementara itu, buku referensi menyajikan pembahasan ilmiah secara lebih mendalam dan membantu pembaca memperoleh sumber rujukan dalam bidang tertentu. Melakukan konversi modul ajar menjadi buku referensi merupakan langkah krusial agar naskah Anda memenuhi kriteria dan disetujui oleh Perpusnas
Jika Anda ingin mengembangkan modul ajar menjadi buku referensi, Anda perlu menyesuaikan bahasa, mengurangi unsur instruksional, memperkuat landasan ilmiah, serta menyusun struktur buku secara sistematis. Anda juga perlu memastikan bahwa proses penerbitan mengikuti ketentuan ISBN yang berlaku. Melalui penyesuaian tersebut, Anda dapat menghasilkan naskah yang lebih sesuai dengan karakteristik buku referensi dan lebih siap mengikuti proses penerbitan.
