Cara menulis buku dari naskah akademik menjadi langkah penting bagi penulis yang ingin mengubah hasil penelitian atau karya ilmiah menjadi buku populer. Proses ini tidak sekadar memindahkan isi penelitian ke dalam format buku, tetapi juga mengolah bahasa, menyusun kembali pembahasan, dan memilih informasi yang relevan bagi masyarakat luas. Dengan pendekatan yang tepat, naskah akademik dapat berkembang menjadi bacaan yang komunikatif, menarik, dan mudah dipahami tanpa kehilangan gagasan utamanya.
Naskah akademik biasanya menggunakan istilah teknis, kalimat formal, serta pembahasan yang mendalam sesuai kebutuhan ilmiah. Gaya tersebut tentu memiliki fungsi dalam lingkungan akademik. Namun, buku populer membutuhkan cara penyampaian yang lebih ringan agar orang dari berbagai latar belakang dapat mengikuti pembahasannya. Karena itu, penulis perlu mengubah kalimat yang terlalu kompleks, menjelaskan istilah khusus, serta menghadirkan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Proses mengubah naskah penelitian menjadi buku juga membutuhkan seleksi materi. Penulis tidak harus memasukkan seluruh bagian penelitian ke dalam karya baru tersebut. Sebaliknya, pilih temuan, konsep, data, dan gagasan yang paling relevan dengan tujuan buku. Selanjutnya, susun kembali materi tersebut dengan alur yang lebih menarik dan gunakan pilihan kata yang jelas. Dengan cara ini, pengetahuan akademik dapat menjangkau pembaca yang lebih luas melalui buku yang informatif sekaligus nyaman dibaca.
Apa yang Membuat Bahasa dalam Naskah Akademik Terasa Sulit?
Bahasa akademik memiliki tujuan tertentu. Gaya tersebut membantu penulis menyampaikan konsep secara tepat, sistematis, dan berdasarkan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Namun, kebutuhan tersebut sering menghasilkan kalimat yang panjang serta penggunaan istilah khusus. Perhatikan contoh berikut:
“Implementasi strategi komunikasi persuasif berorientasi pada optimalisasi keterlibatan konsumen dalam proses pengambilan keputusan.”
Kalimat tersebut dapat terasa berat bagi masyarakat yang tidak mempelajari komunikasi atau pemasaran.
Penulis dapat menyampaikannya dengan cara yang lebih sederhana:
“Strategi komunikasi persuasif membuat konsumen lebih terlibat sebelum mengambil keputusan.”
Maknanya tetap sama, tetapi pembaca dapat menangkap maksudnya dengan lebih cepat. Inilah inti dari penyederhanaan bahasa: pertahankan gagasannya, tetapi sederhanakan cara menyampaikannya.
Kenali Calon Pembaca Sebelum Menulis Buku dari Naskah Akademik
Setiap tulisan membutuhkan sasaran yang jelas. Sebelum mengubah naskah akademik menjadi bacaan umum, tentukan terlebih dahulu siapa yang akan menikmatinya. Misalnya, buku bertema kesehatan memiliki pendekatan berbeda jika menyasar mahasiswa kedokteran dan masyarakat umum. Begitu pula buku tentang pemasaran akan membutuhkan gaya yang berbeda ketika ditujukan kepada praktisi dibandingkan pembaca yang baru mengenal dunia bisnis. Coba tentukan beberapa hal berikut:
-
- siapa yang ingin Anda jangkau;
- pengetahuan dasar apa yang mereka miliki;
- istilah apa yang mungkin terasa asing;
- persoalan apa yang ingin mereka pahami;
- manfaat apa yang dapat mereka peroleh.
Setelah mengenali sasaran tersebut, Anda dapat menentukan pilihan kata, contoh, dan tingkat kedalaman materi secara lebih tepat.
Ubah Kalimat Panjang dalam Naskah Akademik Menjadi Lebih Langsung
Kalimat panjang sering membuat satu gagasan bercampur dengan gagasan lainnya. Akibatnya, pembaca membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami maksud penulis. Cobalah membagi kalimat tersebut menjadi beberapa bagian.
Sebelum:
“Perkembangan teknologi digital yang berlangsung secara cepat telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perubahan perilaku masyarakat dalam memperoleh, mengolah, serta menyebarluaskan informasi.”
Sesudah:
“Teknologi digital mengubah cara masyarakat memperoleh informasi. Kini, orang dapat mencari, mengolah, dan membagikan informasi dengan cepat.”
Versi kedua menggunakan kata kerja yang lebih aktif seperti mengubah, mencari, mengolah, dan membagikan. Selain lebih ringkas, pola tersebut juga memberikan ritme yang lebih nyaman ketika seseorang membaca halaman demi halaman.
Pilih Kata Kerja Aktif Saat Menulis Buku dari Naskah Akademik
Saat menerapkan cara menulis buku dari naskah akademik, penulis perlu memperhatikan struktur setiap kalimat. Bahasa akademik sering menggunakan struktur yang panjang dan formal. Untuk buku populer, gunakan kata kerja aktif agar pembahasan terasa lebih langsung dan mudah dipahami. Bandingkan kedua contoh berikut:
Pasif:
“Data penelitian dianalisis untuk mengetahui perubahan perilaku konsumen.”
Aktif:
“Peneliti menganalisis data untuk mengetahui perubahan perilaku konsumen.”
Kalimat aktif menunjukkan pelaku tindakan secara jelas. Selain membuat tulisan lebih dinamis, pola tersebut juga membantu pembaca memahami informasi dengan lebih cepat.
Contoh lainnya:
Pasif:
“Informasi tersebut dapat digunakan oleh masyarakat untuk memahami perubahan teknologi.”
Aktif:
“Masyarakat dapat menggunakan informasi tersebut untuk memahami perubahan teknologi.”
Gunakan pola sederhana:
Subjek + kata kerja + objek.
Pola ini membantu pembaca mengenali siapa yang melakukan tindakan dan apa yang mereka lakukan.
Kurangi Istilah Akademik yang Tidak Perlu dalam Buku
Istilah akademik tidak selalu harus dihilangkan. Gunakan istilah tersebut ketika memang memiliki makna khusus. Setelah itu, berikan penjelasan yang mudah dimengerti. Contohnya, istilah literasi digital tetap relevan dalam pembahasan teknologi. Namun, Anda dapat menjelaskannya secara sederhana:
“Literasi digital berarti kemampuan seseorang menggunakan teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.”
Dengan penjelasan seperti itu, pembaca tidak perlu mencari arti istilah tersebut di tempat lain. Selain itu, pilih kata yang lebih ringkas ketika tersedia.
| Terlalu panjang | Lebih sederhana |
|---|---|
| melakukan identifikasi | mengidentifikasi |
| memiliki kemampuan untuk | mampu |
| dalam rangka meningkatkan | untuk meningkatkan |
| berdasarkan pada | berdasarkan |
| mengalami peningkatan | meningkat |
| memberikan penjelasan mengenai | menjelaskan |
Perubahan kecil tersebut dapat membuat keseluruhan naskah terasa lebih ringan.
Hubungkan Konsep Akademik dengan Kehidupan Sehari-hari
Konsep yang abstrak akan lebih mudah dipahami ketika Anda menghubungkannya dengan pengalaman yang familiar. Misalnya, Anda ingin menjelaskan perilaku konsumen di marketplace. Daripada langsung memberikan definisi panjang, mulailah dengan situasi yang sering terjadi:
“Seseorang melihat video produk di media sosial. Ia kemudian membuka marketplace, membaca ulasan, membandingkan harga, lalu memasukkan barang ke keranjang. Rangkaian tindakan tersebut menunjukkan bagaimana informasi digital memengaruhi proses pembelian.”
Contoh konkret membantu pembaca memahami konsep sebelum mereka masuk ke pembahasan yang lebih mendalam. Selanjutnya, Anda dapat menghubungkan pengalaman tersebut dengan teori atau hasil penelitian. Alur seperti ini membuat materi akademik terasa lebih dekat dengan realitas.
Buat Setiap Paragraf Membawa Satu Gagasan dalam Buku
Paragraf yang terlalu padat dapat mengurangi kenyamanan membaca. Karena itu, berikan satu fokus utama pada setiap paragraf. Mulailah dengan gagasan utama. Kemudian, tambahkan penjelasan, contoh, atau data yang mendukungnya.
Jika satu paragraf mulai membahas terlalu banyak hal, pisahkan pembahasannya. Cara ini juga membantu Anda menemukan bagian yang berulang. Ketika dua paragraf menyampaikan pesan yang sama, gabungkan atau pilih salah satunya.
Gunakan Kata Transisi Secara Alami dalam Naskah Buku
Alur yang baik membutuhkan hubungan antargagasan yang jelas. Kata transisi dapat membantu pembaca mengikuti perpindahan topik tanpa merasa pembahasan meloncat. Gunakan variasi sesuai kebutuhan:
-
- Selain itu untuk menambahkan informasi.
- Namun untuk menunjukkan perbedaan.
- Sebaliknya untuk membandingkan kondisi.
- Misalnya untuk memberikan ilustrasi.
- Karena itu untuk menunjukkan alasan atau akibat.
- Selanjutnya ketika berpindah ke pembahasan berikutnya.
- Sementara itu untuk memperkenalkan kondisi lain.
- Dengan demikian untuk memperkuat kesimpulan.
- Pada akhirnya ketika mengarah pada penutup.
Jangan menambahkan transisi hanya demi mengejar indikator SEO. Hubungkan ide ketika hubungan tersebut memang diperlukan. Tulisan yang terasa alami jauh lebih nyaman daripada paragraf yang penuh “selain itu”, “selain itu”, dan “selain itu” sampai pembaca merasa sedang membaca daftar belanja.
Hindari Pengulangan Kata agar Buku Lebih Nyaman Dibaca
Pengulangan menjadi masalah ketika kata yang sama muncul berkali-kali tanpa fungsi. Misalnya, paragraf berikut:
“Buku untuk pembaca umum harus menggunakan bahasa yang sederhana. Bahasa yang sederhana membuat pembaca memahami isi buku. Dengan bahasa yang sederhana, pembaca dapat menikmati buku dengan lebih mudah.”
Anda dapat memperbaikinya menjadi:
“Bacaan untuk masyarakat luas perlu menggunakan gaya yang ringan. Pilihan kata yang jelas membantu orang memahami materi sekaligus menikmati alur pembahasannya.”
Makna tetap terjaga, tetapi kosakata menjadi lebih beragam.
Gunakan variasi yang sesuai konteks, seperti:
-
- buku → bacaan, karya, naskah
- pembaca → masyarakat, audiens, khalayak
- menjelaskan → menguraikan, menerangkan, memaparkan
- mudah dipahami → jelas, komunikatif, mudah dicerna
- akademik → ilmiah, berbasis keilmuan
Namun, jangan mengganti kata hanya untuk menghindari repetisi. Jika kata tertentu merupakan kata kunci SEO, tetap gunakan secara natural pada bagian penting.
Pertahankan Fakta dan Sumber Saat Mengubah Naskah Akademik Menjadi Buku
Penyederhanaan hanya mengubah cara penyampaian, bukan kebenaran informasi. Jika sebuah pernyataan berasal dari penelitian atau sumber tertentu, pertahankan rujukannya. Dengan begitu, pembaca umum tetap memperoleh informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan dasar akademiknya.
Untuk panduan mengenai penulisan dan komunikasi ilmiah, Anda dapat memanfaatkan sumber seperti Purdue Online Writing Lab. Sementara itu, Nature menyediakan berbagai materi terkait komunikasi sains dan publikasi ilmiah. Sumber yang kredibel juga membantu penulis membedakan antara fakta, interpretasi, dan opini.
Jangan Memasukkan Semua Isi Penelitian ke dalam Buku
Cara menulis buku dari naskah akademik tidak berarti memasukkan seluruh isi penelitian ke dalam sebuah buku. Naskah penelitian biasanya memuat banyak detail yang berguna untuk kebutuhan akademik, tetapi tidak semuanya relevan bagi pembaca umum. Karena itu, penulis perlu memilih informasi yang benar-benar mendukung tujuan buku.
Pilih temuan, konsep, data, dan penjelasan yang membantu pembaca memahami topik utama. Jika sebuah tabel, uraian metodologi, atau pembahasan terlalu teknis, pertimbangkan untuk meringkasnya tanpa menghilangkan informasi penting. Langkah ini membuat isi buku lebih fokus sekaligus menjaga alur pembahasan tetap nyaman diikuti.
Buat Judul dan Subjudul yang Mudah Dipahami
Struktur halaman juga memengaruhi pengalaman membaca.
Gunakan subjudul yang langsung memberi tahu isi bagian berikutnya. Hindari istilah yang terlalu abstrak jika tersedia pilihan yang lebih komunikatif. Contohnya:
Kurang komunikatif:
Dimensi Strategis Transformasi Digital
Lebih komunikatif:
Bagaimana Teknologi Mengubah Cara Kita Bekerja?
Subjudul yang jelas membantu pembaca menemukan informasi yang mereka cari. Selain itu, struktur tersebut juga membuat mesin pencari lebih mudah memahami topik halaman.
Baca Ulang dari Sudut Pandang Orang Awam
Setelah menyelesaikan naskah, berhenti sejenak sebelum melakukan penyuntingan. Kemudian, baca kembali seolah-olah Anda belum pernah mempelajari topik tersebut. Perhatikan beberapa hal:
-
- Apakah pembuka langsung menjelaskan topik?
- Apakah setiap istilah asing mendapat penjelasan?
- Apakah kalimat terasa terlalu panjang?
- Apakah satu kata muncul terlalu sering?
- Apakah setiap paragraf memiliki tujuan?
- Apakah contoh yang digunakan dekat dengan kehidupan pembaca?
- Apakah alurnya bergerak secara logis?
Anda juga dapat meminta orang dari luar bidang tersebut membaca beberapa halaman. Jika mereka terus bertanya tentang istilah atau maksud sebuah paragraf, bagian itu membutuhkan penyempurnaan.
Bahasa Sederhana Membantu Buku dari Naskah Akademik Menjangkau Pembaca Lebih Luas
Pada akhirnya, cara menulis buku dari naskah akademik membutuhkan keseimbangan antara ketepatan informasi dan kenyamanan membaca. Penulis tetap perlu mempertahankan fakta, konsep, serta gagasan utama, tetapi menyampaikannya melalui bahasa yang lebih komunikatif.
Gunakan istilah penting ketika memang diperlukan. Jelaskan maknanya dengan bahasa yang familiar, pecah kalimat yang terlalu panjang, berikan contoh konkret, dan susun pembahasan secara runtut. Dengan pendekatan tersebut, pengetahuan akademik tidak hanya berada di lingkungan kampus atau ruang penelitian, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas. Buku populer yang berasal dari penelitian tetap dapat memiliki dasar ilmiah yang kuat. Perbedaannya terletak pada cara penulis mengemas informasi agar lebih dekat dengan kebutuhan pembaca.
Cara Mengembangkan Naskah Akademik Menjadi Buku Populer
Memiliki hasil penelitian atau naskah akademik merupakan langkah awal. Agar karya tersebut dapat menjangkau pembaca yang lebih luas, Anda dapat mengolahnya menjadi buku referensi atau buku untuk pembaca umum dengan penyajian yang lebih komunikatif. Penerbit Al’Adzkiya membantu proses penerbitan buku melalui berbagai layanan, mulai dari proofreading, penyuntingan, desain sampul, layout, ISBN atau QRCBN, hingga pencetakan buku.
Jika Anda ingin mengembangkan naskah akademik menjadi karya yang lebih siap dibaca masyarakat luas, kunjungi Penerbit Al’Adzkiya untuk melihat informasi layanan dan proses penerbitannya. Naskah Anda sudah siap? Sekarang waktunya mengubah pengetahuan menjadi buku yang dapat dibaca lebih banyak orang.
