Status “Under Review” pada jurnal menunjukkan bahwa editor masih menjalankan proses penilaian terhadap artikel yang penulis kirim. Pada tahap ini, editor dapat meminta reviewer menilai naskah sebelum mengambil keputusan editorial. Karena itu, penulis perlu memahami arti status tersebut dan menentukan langkah yang tepat selama proses berlangsung.
Menunggu hasil setelah mengirim artikel jurnal memang dapat membuat penulis bertanya-tanya. Apalagi jika sistem jurnal menampilkan status “Under Review” selama beberapa hari atau bahkan beberapa minggu. Namun, penulis tidak perlu langsung menganggap proses tersebut bermasalah. Setiap jurnal memiliki sistem editorial, jumlah reviewer, kebijakan, dan waktu pemrosesan yang berbeda. Oleh karena itu, pemahaman mengenai status “Under Review” pada jurnal membantu penulis menghadapi proses publikasi dengan lebih tenang.
Apa Arti Status Under Review pada Jurnal?
Secara umum, “Under Review” berarti editor sedang menjalankan proses peninjauan terhadap artikel. Editor dapat mengirim naskah kepada satu atau beberapa reviewer yang memiliki keahlian sesuai dengan topik penelitian. Reviewer kemudian menilai artikel berdasarkan beberapa aspek, seperti:
- kesesuaian topik dengan fokus jurnal;
- kualitas dan relevansi penelitian;
- metode penelitian;
- penyajian hasil;
- pembahasan;
- penggunaan referensi;
- struktur artikel;
- kebaruan penelitian; dan
- kualitas bahasa akademik.
Setiap jurnal dapat menggunakan sistem dan istilah yang berbeda. Pada beberapa jurnal, status “Under Review” muncul setelah editor mengirim artikel kepada reviewer. Namun, jurnal lain mungkin menggunakan status tersebut ketika editor masih mencari reviewer atau menjalankan evaluasi tertentu.
Karena itu, penulis sebaiknya tidak langsung menyimpulkan bahwa reviewer sudah membaca artikel hanya berdasarkan status tersebut. Penulis perlu memeriksa informasi pada sistem jurnal dan membaca kebijakan editorial yang berlaku.
Apa yang Terjadi Saat Status Under Review Berlangsung?
Setelah penulis melakukan submit, editor biasanya menjalankan beberapa tahapan sebelum artikel terbit. Alurnya dapat berbeda pada setiap jurnal, tetapi prosesnya umumnya mencakup:
Submit → Pemeriksaan Awal → Evaluasi Editor → Peer Review → Revisi → Keputusan Editor → Publikasi
Pertama, editor atau pengelola jurnal memeriksa kelengkapan naskah. Mereka juga mencocokkan topik artikel dengan fokus dan scope jurnal. Selanjutnya, editor menentukan apakah artikel dapat melanjutkan proses editorial. Jika editor memilih artikel untuk peer review, ia mencari reviewer yang sesuai dengan bidang penelitian.
Setelah reviewer menyelesaikan penilaian, editor mempelajari komentar dan rekomendasi yang mereka berikan. Kemudian, editor menentukan keputusan berikutnya berdasarkan kebijakan jurnal. Penulis juga dapat mempelajari praktik publikasi ilmiah yang etis melalui panduan COPE – Committee on Publication Ethics.
Berapa Lama Status Under Review pada Jurnal Berlangsung?
Setiap jurnal memiliki waktu review yang berbeda. Tidak ada satu batas waktu yang berlaku untuk semua jurnal. Beberapa faktor dapat memengaruhi lamanya proses, antara lain:
- jumlah reviewer yang tersedia;
- kesesuaian reviewer dengan topik penelitian;
- respons reviewer terhadap undangan;
- antrean artikel;
- kompleksitas artikel;
- kebijakan jurnal; dan
- jadwal kerja editor.
Sebuah jurnal mungkin menyelesaikan proses review dalam beberapa minggu. Sementara itu, jurnal lain membutuhkan waktu lebih lama karena editor perlu mencari reviewer yang sesuai atau menunggu respons reviewer.
Oleh sebab itu, durasi “Under Review” tidak selalu menunjukkan adanya masalah pada artikel. Penulis sebaiknya memeriksa informasi resmi jurnal, terutama bagian publication process, author guidelines, atau informasi mengenai estimasi waktu review.
Apakah Status Under Review Berarti Artikel Akan Diterima?
Tidak.
Status “Under Review” hanya menunjukkan bahwa editor masih menjalankan proses evaluasi. Status tersebut belum memberikan keputusan akhir mengenai artikel. Setelah proses review selesai, editor dapat meminta penulis melakukan revisi. Editor juga dapat menerima atau menolak artikel sesuai dengan hasil evaluasi dan kebijakan jurnal. Reviewer dapat memberikan berbagai rekomendasi, seperti:
- menerima artikel;
- meminta revisi minor;
- meminta revisi mayor;
- meminta penulis melakukan evaluasi ulang setelah revisi; atau
- merekomendasikan penolakan.
Namun, editor tetap memiliki peran dalam menentukan keputusan akhir. Karena itu, penulis sebaiknya tidak menganggap status Under Review sebagai tanda bahwa artikel pasti diterima.
Apa yang Perlu Dilakukan Penulis Saat Status Under Review?
Ketika editor masih memproses artikel, penulis tetap dapat melakukan beberapa kegiatan yang bermanfaat.
1. Pantau Sistem Jurnal Secara Berkala
Penulis dapat memeriksa akun jurnal secara berkala untuk melihat perubahan status atau pesan dari editor. Namun, penulis tidak perlu membuka sistem setiap beberapa jam. Pemeriksaan secara berkala sudah cukup. Selain itu, pastikan alamat email yang penulis gunakan saat submit tetap aktif. Editor biasanya menggunakan alamat tersebut untuk mengirim pemberitahuan mengenai artikel.
2. Jangan Terburu-buru Menghubungi Editor
Jika status baru berubah menjadi “Under Review”, berikan waktu kepada editor dan reviewer untuk menjalankan proses evaluasi. Menghubungi editor terlalu cepat biasanya tidak memberikan informasi tambahan karena proses review memang membutuhkan waktu. Sebaliknya, penulis dapat menghubungi editor jika artikel sudah melewati estimasi waktu review yang tercantum pada website jurnal. Saat menghubungi editor, gunakan bahasa yang singkat, sopan, dan langsung pada inti pertanyaan.
3. Baca Kembali Artikel yang Sudah Dikirim
Masa tunggu juga dapat penulis manfaatkan untuk membaca kembali artikel. Periksa beberapa bagian berikut:
- hubungan antara tujuan dan hasil penelitian;
- kejelasan pembahasan;
- kualitas referensi;
- struktur artikel;
- penggunaan istilah;
- format sitasi;
- tabel dan gambar; serta
- kesalahan pengetikan.
Langkah tersebut membantu penulis menemukan bagian yang mungkin perlu diperbaiki jika editor meminta revisi.
4. Siapkan Diri Menghadapi Revisi
Reviewer mungkin memberikan banyak komentar ketika mereka selesai menilai artikel. Karena itu, penulis sebaiknya menyiapkan strategi revisi sejak awal. Baca setiap komentar dengan teliti. Setelah itu, kelompokkan komentar berdasarkan bagian artikel yang perlu penulis perbaiki. Penulis dapat menggunakan pola berikut:
Komentar reviewer → Bagian yang perlu diperbaiki → Tindakan penulis → Respons kepada reviewer
Dengan pola tersebut, penulis dapat mengerjakan revisi secara lebih sistematis. Jika editor meminta revisi, penulis juga perlu membuat response to reviewer. Jawab setiap komentar secara jelas dan jelaskan perubahan yang penulis lakukan pada artikel.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Status Under Review Terlalu Lama?
Pertama, periksa informasi resmi dari jurnal. Cari keterangan mengenai estimasi waktu review pada bagian Author Guidelines, Editorial Process, atau halaman informasi jurnal. Jika artikel sudah melewati estimasi tersebut secara signifikan, penulis dapat menghubungi editor. Sampaikan pertanyaan dengan bahasa yang sopan dan singkat.
Misalnya, penulis dapat menanyakan apakah editor masih memproses artikel dan apakah terdapat perkembangan terbaru mengenai status naskah. Gunakan alamat email resmi yang tercantum pada website jurnal. Selain itu, hindari menghubungi reviewer secara langsung karena editor biasanya mengatur komunikasi selama proses peer review.
Apakah Penulis Boleh Mengirim Artikel ke Jurnal Lain Saat Masih “Under Review”?
Pada umumnya, penulis tidak boleh mengirim artikel yang sama ke beberapa jurnal secara bersamaan jika jurnal menerapkan kebijakan exclusive submission. Karena itu, penulis perlu membaca kebijakan submission sebelum mengirim artikel.
Jika penulis ingin menarik artikel dari jurnal pertama dan mengirimkannya ke jurnal lain, ikuti prosedur penarikan naskah yang berlaku. Langkah tersebut membantu penulis menghindari masalah duplicate submission dan menjaga integritas publikasi ilmiah. Penulis juga dapat mempelajari panduan etika peer review melalui COPE – Ethical Guidelines for Peer Reviewers.
Perbedaan “Under Review” dengan Status Jurnal Lain
Penulis juga perlu memahami arti beberapa status yang muncul dalam sistem jurnal.
| Status | Arti umum |
|---|---|
| Submitted | Penulis sudah mengirim artikel melalui sistem jurnal. |
| With Editor | Editor sedang menangani artikel. |
| Under Review | Editor sedang menjalankan proses review atau evaluasi. |
| Revision Required | Editor meminta penulis melakukan revisi. |
| Resubmitted | Penulis sudah mengirim kembali artikel setelah melakukan revisi. |
| Accepted | Editor sudah menerima artikel untuk publikasi. |
| Rejected | Editor tidak menerima artikel untuk publikasi. |
| In Production | Tim jurnal sedang menyiapkan artikel untuk tahap publikasi. |
Perlu diingat bahwa setiap jurnal dapat menggunakan istilah dan alur status yang berbeda. Oleh karena itu, penulis tetap perlu membaca keterangan pada sistem jurnal masing-masing.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Menunggu Status Under Review
Menunggu status Under Review pada jurnal sering menjadi tahap yang cukup menegangkan bagi penulis. Setelah menghabiskan waktu untuk menyusun penelitian, memperbaiki naskah, menyesuaikan format, dan melakukan submit, penulis tentu ingin segera mengetahui hasilnya. Namun, proses editorial membutuhkan waktu dan melibatkan beberapa pihak.
Karena itu, penulis perlu menghindari tindakan yang justru dapat mengganggu proses editorial. Selama menunggu, tetap pantau perkembangan artikel, tetapi jangan sampai rasa khawatir membuat Anda mengambil keputusan secara terburu-buru.
1. Terlalu Sering Mengecek Status
Memantau status artikel memang penting. Namun, membuka sistem jurnal berkali-kali dalam sehari tidak akan mempercepat pekerjaan editor maupun reviewer. Perubahan status bergantung pada proses yang berlangsung di sisi jurnal. Editor mungkin masih mencari reviewer, menunggu kesediaan reviewer, atau menunggu hasil penilaian. Karena itu, tidak adanya perubahan status selama beberapa hari belum tentu menunjukkan masalah pada artikel.
Sebaiknya, buat jadwal sederhana untuk memeriksa sistem jurnal, misalnya beberapa kali dalam satu minggu. Dengan cara tersebut, Anda tetap mengetahui perkembangan artikel tanpa menghabiskan terlalu banyak waktu hanya untuk menunggu perubahan status. Selain itu, perhatikan email yang Anda gunakan saat melakukan submit. Editor atau pengelola jurnal dapat mengirimkan pemberitahuan melalui email meskipun status pada sistem belum berubah.
2. Mengirim Pesan Berkali-kali kepada Editor
Ketika status Under Review tidak kunjung berubah, sebagian penulis mungkin merasa perlu mengirim pesan kepada editor. Menghubungi editor sebenarnya dapat dilakukan, terutama ketika artikel sudah melewati estimasi waktu review yang tercantum dalam kebijakan jurnal. Namun, hindari mengirim email berkali-kali dalam waktu berdekatan. Pesan yang terlalu sering dapat membuat komunikasi menjadi kurang efektif. Sebelum menghubungi editor, periksa terlebih dahulu beberapa informasi berikut:
- kapan Anda mengirim artikel;
- berapa lama estimasi proses review jurnal;
- apakah jurnal memberikan informasi mengenai rata-rata waktu review;
- apakah sistem menampilkan pesan atau catatan dari editor; dan
- apakah email Anda sudah menerima pemberitahuan terbaru.
Jika waktu review sudah jauh melewati estimasi jurnal, kirim satu pesan yang singkat dan sopan. Jelaskan judul artikel, nomor naskah jika tersedia, tanggal submit, serta pertanyaan mengenai perkembangan artikel. Dengan cara tersebut, editor dapat memahami kebutuhan Anda tanpa harus mencari informasi dari beberapa email yang berbeda.
3. Menganggap Lama Review sebagai Tanda Penolakan
Lamanya proses review sering membuat penulis berpikir bahwa artikel mereka mungkin mendapatkan masalah. Padahal, durasi review tidak dapat menjadi indikator pasti bahwa editor akan menerima atau menolak artikel. Editor dapat menghadapi berbagai kondisi selama proses editorial. Misalnya, reviewer yang mendapat undangan belum memberikan respons, reviewer membutuhkan waktu tambahan untuk membaca artikel, atau editor perlu mencari reviewer pengganti.
Selain itu, kompleksitas topik juga dapat memengaruhi waktu penilaian. Artikel dengan pembahasan yang lebih luas atau metode penelitian tertentu mungkin membutuhkan perhatian lebih mendalam dari reviewer. Karena itu, jangan mengubah kesimpulan hanya berdasarkan lamanya status Under Review. Tunggu keputusan resmi dari editor dan gunakan waktu tersebut untuk mempersiapkan kemungkinan revisi.
4. Mengubah Artikel Tanpa Alasan yang Jelas
Setelah mengirim artikel, penulis mungkin menemukan kesalahan kecil atau merasa ada bagian yang ingin diperbaiki. Keinginan untuk memperbaiki naskah memang wajar. Namun, jangan langsung mengubah atau mengganti file artikel di sistem tanpa memahami prosedur jurnal. Setiap jurnal memiliki kebijakan berbeda mengenai perubahan naskah setelah submit. Beberapa jurnal mungkin meminta penulis menunggu keputusan editor, sedangkan jurnal lain memiliki prosedur tertentu jika penulis perlu memperbaiki file.
Jika Anda menemukan kesalahan yang cukup penting setelah submit, hubungi editor melalui kanal resmi. Jelaskan bagian yang ingin diperbaiki dan ikuti instruksi yang diberikan. Sebaliknya, jika Anda hanya menemukan kesalahan kecil yang tidak memengaruhi isi penelitian, pertimbangkan untuk menunggu sampai editor memberikan kesempatan revisi. Dengan begitu, Anda dapat melakukan perbaikan melalui proses resmi dan menjaga riwayat naskah tetap jelas.
5. Mengirim Artikel yang Sama ke Jurnal Lain
Penulis juga perlu berhati-hati ketika merasa proses Under Review berlangsung terlalu lama. Jangan langsung mengirim artikel yang sama ke jurnal lain tanpa mengikuti prosedur penarikan naskah. Banyak jurnal menerapkan kebijakan yang melarang simultaneous submission atau pengiriman naskah yang sama ke beberapa jurnal dalam waktu bersamaan. Karena itu, baca kembali kebijakan submission sebelum mengambil keputusan.
Jika Anda merasa perlu memindahkan artikel ke jurnal lain, hubungi editor terlebih dahulu dan tanyakan prosedur penarikan naskah. Setelah jurnal mengonfirmasi penarikan sesuai prosedurnya, Anda dapat mempertimbangkan langkah berikutnya. Langkah ini penting karena pengiriman artikel yang sama ke beberapa jurnal dapat menimbulkan persoalan etika publikasi. Penulis perlu menjaga transparansi sejak proses submit hingga artikel memperoleh keputusan akhir.
6. Mengabaikan Email dari Jurnal
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah penulis hanya memeriksa sistem jurnal dan mengabaikan email. Padahal, editor dapat mengirimkan permintaan atau informasi penting melalui email. Misalnya, editor mungkin meminta penulis memberikan klarifikasi, memperbaiki file, melengkapi dokumen, atau merespons keputusan editorial.
Karena itu, gunakan alamat email yang aktif selama proses publikasi. Periksa juga folder spam atau junk mail secara berkala agar tidak melewatkan pesan penting dari jurnal. Jika jurnal menggunakan sistem seperti OJS, periksa pula bagian notifikasi dan pesan pada akun penulis.
7. Panik Ketika Mendapatkan Revisi
Ketika status berubah dari Under Review menjadi permintaan revisi, jangan langsung menganggap komentar reviewer sebagai tanda bahwa penelitian Anda gagal. Reviewer memberikan komentar untuk membantu editor menilai dan memperbaiki kualitas artikel. Beberapa komentar mungkin hanya meminta perbaikan bahasa, struktur, referensi, atau penjelasan tambahan. Sementara itu, komentar lain dapat meminta penulis menjelaskan metode atau memperkuat pembahasan.
Baca seluruh komentar terlebih dahulu sebelum melakukan perubahan. Setelah itu, buat daftar revisi dan kerjakan setiap poin secara sistematis. Penulis juga sebaiknya membuat dokumen response to reviewer. Dokumen tersebut membantu editor melihat komentar reviewer dan mengetahui tindakan yang penulis lakukan untuk menanggapi setiap komentar.
8. Menunggu Tanpa Mempersiapkan Langkah Berikutnya
Menunggu status Under Review bukan berarti penulis harus berhenti bekerja. Justru, masa tunggu dapat menjadi kesempatan untuk mempersiapkan diri menghadapi keputusan editor. Penulis dapat membaca kembali artikel, mengecek referensi, mempelajari komentar reviewer dari publikasi sebelumnya, atau menyiapkan dokumen yang mungkin diperlukan ketika editor meminta revisi.
Dengan persiapan tersebut, penulis dapat merespons keputusan editorial dengan lebih cepat dan terarah. Pada akhirnya, kunci menghadapi masa Under Review terletak pada keseimbangan. Penulis perlu tetap memantau perkembangan artikel, tetapi tidak perlu mengejar perubahan status setiap saat. Tetap ikuti prosedur jurnal, gunakan komunikasi yang profesional, dan siapkan diri untuk menghadapi tahap berikutnya.
9. Bagaimana Menyiapkan Artikel Sebelum Submit?
Pengalaman menghadapi status Under Review sebenarnya dimulai sebelum penulis mengirim artikel. Karena itu, pilih jurnal yang sesuai dengan topik penelitian. Setelah menemukan jurnal yang relevan, baca Author Guidelines sebelum melakukan submit.
Periksa format naskah, struktur artikel, gaya sitasi, referensi, batas kata, serta ketentuan tabel dan gambar. Langkah sederhana tersebut dapat membantu penulis mengurangi kesalahan administratif sebelum proses review dimulai. Penulis yang sedang menyiapkan artikel jurnal juga dapat membaca artikel “Sudah Pilih Jurnal yang Tepat? Jangan Lupa Cek Author Guidelines Sebelum Submit” di website Penerbit Al’Adzkiya. Selain itu, kunjungi website Penerbit Al’Adzkiya untuk memperoleh informasi mengenai penerbitan dan pendampingan karya akademik.
Checklist Saat Artikel Berstatus “Under Review”
Gunakan checklist berikut agar proses menunggu tetap terarah:
☑ Periksa status artikel secara berkala.
☑ Pastikan email tetap aktif.
☑ Baca kembali kebijakan jurnal.
☑ Catat estimasi waktu review jika jurnal mencantumkannya.
☑ Siapkan kemungkinan revisi.
☑ Hindari menghubungi editor terlalu sering.
☑ Jangan mengirim artikel yang sama ke jurnal lain secara bersamaan.
☑ Siapkan response to reviewer jika editor meminta revisi.
☑ Gunakan komunikasi yang sopan dengan editor.
☑ Simpan dokumen dan komunikasi terkait artikel.
Kesimpulan
Status “Under Review” pada jurnal menunjukkan bahwa editor masih menjalankan proses evaluasi terhadap artikel. Status tersebut belum memberikan keputusan akhir mengenai penerimaan atau penolakan artikel. Selama menunggu, penulis dapat memantau sistem jurnal, membaca kembali naskah, mempersiapkan revisi, dan mempelajari kebijakan editorial. Jika artikel melewati estimasi waktu review secara signifikan, penulis dapat menghubungi editor melalui kanal resmi.
Dengan memahami setiap tahapan, penulis dapat menghadapi proses publikasi dengan lebih terarah. Jadi, ketika layar menampilkan tulisan “Under Review”, tidak perlu panik. Artikel memang sedang menjalani prosesnya dan tugas penulis sekarang adalah menunggu sambil tetap siap menghadapi tahap berikutnya.
Publikasikan Karya Ilmiah Bersama Penerbit Al’Adzkiya
Sedang mempersiapkan buku, artikel ilmiah, atau karya akademik untuk diterbitkan? Penerbit Al’Adzkiya menyediakan layanan penerbitan dan pencetakan buku, proofreading, desain sampul, layout, pemeriksaan plagiasi, serta berbagai kebutuhan penerbitan lainnya.
Dapatkan informasi lengkap mengenai layanan dan proses penerbitan melalui website resmi Penerbit Al’Adzkiya: https://penerbitaladzkiya.com/ Penerbit Al’Adzkiya siap membantu penulis mempersiapkan karya agar lebih rapi, profesional, dan siap menuju publikasi.
